Aceh Bergerak Buat Nobar Film Uttary

  • Bagikan

*Traveler Rempah Sumatera Utara

Banda Aceh – Industri Film bergerak cepat perkembanganya di Aceh. Para sineas Aceh pun mulai banyak melahirkan karyanya. Seperti Aceh Bergerak, salah satu perkumpulan pemuda-pemudi kreatif baru saja memproduksi sebulan film docudrama yang berjudul “Uttary”.

Film dengan latar adegan pengambilan gambarnya di Sumatera Utara ini diproduksi satu bulan lebih. Seluruh crew merupakan pemuda-pemudi asal Aceh. Begitu juga dengan pemeran utamanya juga anak Aceh kelahiran Lhokseumawe.

Diskusi sekaligus nonton bareng film Uttary Merempah Ruah di Timur Sumatera  akan digelar pada pekan ini, Sabtu 27 November, jam 16.00 Wib di Taman Budaya Banda Aceh. Film ini berdurasi 48 menit dengan genre film docudrama. Kegiatan pemutaran film ini di dengan menerapkan protokol kesehatan.

Tokoh Uttary di perankan oleh seorang model asal lhokseumawe yang bernama Raihan Jeffri Sani. Walau ini kali pertama bagi nya mendalami dunia peran, Raihan melalui tantangan dengan baik hingga film ini berhasil di produksi.

“Tidak semudah yang kita lihat di film-film pada umumnya, rupanya produksi film itu melelahkan ya. Apalagi shotingnya sampai malam dan harus menempuh perjalanan jauh dari satu lokasi shoting ke lokasi shoting selanjutnya,” jelas Raihan.

Film ini menceritakan tentang seorang remaja perempuan bernama Uttary yang merupakan influencer sekaligus desainer fashion yang tertarik dengan dunia rempah nusantara. Uttary, memutuskan untuk melakukan ekspedisi jalur rempah Sumatera Utara bersama BPCB Aceh.

“Ceritanya menelusuri lima rute perjalanan mulai dari Barus, Padang Lawas, Samosir, Kota Cina dan Kota Rantang. Perjalanan yang merubah Uttary menjadi pribadi yang lebih mencintai rempah dan juga dipertemukan dengan saudara yang juga keuarga rempahnya,” jelas Amri selaku produser film tersebut.

Uttary, tambah Amri, merupakan sosok yang humanis dan suka berpetualang, namun diperjalanan banyak sekali pesan dan kesan yang didapat diperjalanan menncari rempah. Rute perjalanan yang tidak biasa seperti menaiki 1000 anak tangga dan juga berjalan kaki menuju lokasi candi yang dituju.

Film ini di sutradarai oleh davi Abdullah, pemenang film documenter pendek terbaik piala citra Festival Film Indonesia tahun 2021. Film yang di danai oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh-Sumut ini melibatakan para sineas asal Aceh. Lokasi shotingnya di sejumlah lokasi di Sumatera Utara  dan Aceh.

 

  • Bagikan