Panggung Seni Sastra Aceh di Lubok Sukon Desa Wisata

Banda Aceh – Bagi wisatawan yang sedang menikmati akhir pekan di Desa Wisata Lubok Sukon, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Bidang Bahasa dan Seni sedang menggelar event Panggung Seni Sastra yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 10 Desember 2022 di Lapangan Bola Desa Wisata Lubok Sukon, Aceh Besar.

Event yang mengundang Seujati Aceh, Sahibul Kiram, Bijeh Nanggroe, Bak Bangka Group, Simpang Lhee Seumapa, Geulanggang Donya, Jalsatul Ahbab, dan Taksim Gambus ini dimulai pada pukul 16.00 s/d 23.00 Wib.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kepala Bidang Bahasa dan Seni Nurlaila Hamjah menuturkan event Panggung Seni Sastra ini bertujuan untuk melestarikan nilai budaya dan juga promosi pariwisata.

“Event ini bertujuan menciptakan semangat para pelaku seni untuk sama-sama kita lestarikan budaya dan majukan pariwisata,” ucap Nurlaila Hamjah.

Lebih lanjut, event yang berlokasi di Gampong Wisata, Lubok Sukon juga dimaksudkan untuk memperkenalkan lebih dekat event-event kesenian dan upaya bersama untuk memajukan desa wisata.

“Panggung seni sastra ini sengaja dipusatkan di Lubok Sukon yang merupakan desa wisata sehingga event ini dapat dinikmati lebih dekat di tengah-tengah masyarakat.” Tuturnya

Panggung Seni Sastra Aceh ini akan menampilkan pagelaran seni tutur lokal yang dikemas dalam konsep nuansa tradisi dengan ciri khas dan keunikan tiap grup penampil.

Kata Nurlaila, pengembangan seni budaya saat ini lebih diarahkan pada kalangan muda agar generasi masa kini memiliki kepedulian, menyukai dan semangat untuk menjaga budaya dan tradisi sendiri.
“Sangat banyak dan beragam kesenian yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Aceh dan semuanya bernafaskan Islami, karena itu Disbudpar mengajak semua komponen untuk menjaga dan meneruskan warisan budaya ini kepada generasi selanjutnya,” harapnya.

“Untuk mewujudkan cita-cita itu kita hadir ditengah-tengah pelaku seni, mendatangi gampong dan desa guna bersama-sama menumbuhkan rasa memiliki dan bangga dengan kebudayaan sendiri. Semangat itu perlu dijaga terus agar khazanah seni budaya tetap lestari,”tambahnya lagi. []